Pada hari Sabtu, 10 May 2008 saya berasa telah keliling dunia mencoba makanan masing-masing negara satu persatu. Yah, di hari itu saya pergi ke acara Hi Seoul, yang diselenggarakan oleh kota Seoul dan ikut diramaikan oleh berbagai negara yang diwakili oleh Kedubes setiap negara.


Acara turut dimeriahkan oleh tarian-tarian tradisional Korea yang juga diselingi oleh tarian-tarian dan pertunjukan seni dari berbagai negara. Namun yang acara yang paling menonjol dan diminati oleh para pengunjung adalah festival masakan sedunia yang diselenggarakan di tempat terpisah yang tidak jauh dari lokasi pertunjukan tarian. Lokasi tempat diadakan festival masakan sedunia ini mengambil tempat di lokasi dekat sungai buatan yang bernama Cheonggyecheon, yaitu disepanjang jalan sejauh kurang lebih 300 meter.

Pertama tiba di lokasi, saya mengunjungi stand negara Mesir yang berada di urutan pertama. Karena makanan yang dijual sangat menggiurkan dan perut sudah sangat lapar, saya langsung memesan Kebab ala mesir. Harga yang dijual cukup mahal yaitu 30 ribu rupiah, dan kebab ini seukuran lontong yang diisi dengan adonan daging sapi, sayuran, dan saus berwarna oranye mirip Thousand Island. Rasanya lumayan enak, dan pelayanan sangat memuaskan ( dibuat langsung oleh orang mesir ). Makanan selanjutnya, adalah makanan tanah air yaitu bakso, sate, dan bakwan sayur + sambal ABC. Rasanya berbeda dengan bakso di Indonesia, harganya sama dengan harga makanan mesir tadi. Ukuran satenya jauh lebih besar daripada sate di Indonesia, mungkin karena di supermarket korea, dada ayam dijual besar-besar. Setelah itu saya mencoba masakan Kazakhstan, yaitu sate daging kambing. Daging kambing cincang dicampur bawang bombay dibuat seukuran 3 bola bilyar dan ditusuk gagang besi dan dibakar arang. Asapnya memenuhi 1 jalan bak rumah kebakaran sehingga sangat mengundang perhatian yang mengakibatkan antrian menjadi cukup panjang. Setelah saya coba, rasanya cukup enak namun tidak luar biasa. Lebih enak sate kambing Pak Kadir di Cibulan, puncak.
Dengan menghadiri acara seperti ini, saya dapat melihat kemiripan makanan di setiap benua termasuk negara-negara yang tidak memiliki budaya makanan seperti Amerika atau Inggris. Stand Amerika hanya menjual hot dog dan keripik kentang “Lays”. Tidak ada 1pun orang yang mengantri untuk membeli. Stand negara Rusia, menjual minuman Vodka yang diberi harga 30,000 ribu rupiah per sloki/shot. Ada juga stand negara-negara benua Afrika seperti Congo, namun saya kurang tertarik untuk mencoba makanannya karena tidak disajikan dengan cara yang mengundang selera.
Saya sangat senang menghadiri acara seperti ini, serasa berkeliling dunia bertemu dengan orang-orang dari berbagai macam negara sekaligus mencoba makanan mereka. Mudah-mudahan tahun depan diadakan lagi acara yang sama.